Manfaatkan Pekarangan Rumah untuk Ternak Ikan Lele

September 17, 2018

MALANG – Budidaya ikan tidak melulu harus di lahan yang luas. Memanfaatkan perkarangan rumah yang hanya sejengkal juga bisa kok. Pilihan budi daya ikan jenis ini, di antaranya adalah ikan lele. Pilihan budi daya ikan lele ini, bisa memakai lahan yan sempit seperti teras maupun pekarangan rumah.

Untuk menyiasati lahan sempit, bisa menggunakan kolam terpal. Saat ini di pasaran sudah banyak tersedia kolam terpal dengan dari diameter 1,5 meter, 2 meter maupun yang lebih lebar 4 meter.
Bagi kamu yang memiliki pekarangan yang sempit, tinggal memilih ukuran kolam terpal sesuai dengan kondisi pekarangan rumah.

Pemanfaatan pekarangan rumah untuk ternak ikan lele seperti halnya yang dilakukan oleh Yayak panggilan akrab A. Yahya. Pemilik usaha kedai elele ini memanfaatkan pekarangan rumahnya untuk budi daya ikan lele. Dia membangun kolam terpal diameter 2 meter. Pekarangan rumah yang tadinya berupa taman itu dia bongkar menjadi kolam lele.

Pekarangan yang tadinya kurang produktif, kini menjadi salah satu sumber penghasilan bagi keluarganya. Hasil dari kolam terpal di pekarangan rumahnya itu, untuk berbagai kebutuhan. terkadang dia menjual ikan segar kepada tetangga kiri dan kanan rumah, maupun teman-teman kerja.

Kini, selain menjual ikan segar, dia juga mengolahnya menjadi aneka makanan kering.
Dari kolam terpal itu, dia mengolahnya menjadi krupuk lele, stick lele, hingga kripik lele.
aneka olahan yang dijajakan di kedai elele itu dengan beragam varian. Ada krupuk lele original, krupuk lele pedas. begitu juga dengan stick lele juga original dan stick lele pedas. https://goo.gl/posts/u6s5y

Sedangkan untuk kripik lele,yang tersedia masih kripik lele original. Saat ini sedang dipersiapkan untuk ragam rasa kripik lele. Salah satunya yang akan segera dilempar ke pasaran adalah kripik lele pedas, balado, dan aneka rasa lainnya.

https://kedaielele.business.site/

 

Pemanfaatan pekarangan untuk budi daya lele itu memang permulaan. Karena setelah memanfaatkan pekarangan rumahnya, Yayak menyewa lahan untuk mengembangkan usahanya. Dia menyewa lahan tidak jauh dari rumahnya untuk memperbanyak kolam terpal bioflok. Kolam terpal biofloknya dinamai alpatil. Lahan yang dia sewa dibagi menjadi dua. Pada bagian depannya dibuat tempat nongkrong, ngopi sambil menikmati makan mi. Tempat nongkrong itu dinamai Paijo Coffee. Untuk kegiatan usaha Paijo Coffee bermitra dengan Ijo Ireng Coffee.

Saat ini terdapat 10 kolam terpal bioflok di kolam alpatil. Hasil panen dari kolam alpatil, sebagian dijual langsung kepada mitra. sebagiannya lagi diolah menjadi aneka olahan lele. Seperti krupuk lele, stick lele, hingga kripik lele. (elele)

http://bit.ly/alpatil